Maklumat Pelayanan :
Dengan ini kami seluruh jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi kabupaten Sukabumi menyatakan akan menyelenggarakan Pelayanan Prima sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak sesuai kami siap menerima sanksi
30 September 2020

Layanan Bedah Vaskular dan Endovaskular oleh Dr. Danny Pratama SpB(K)V

 

Layanan Bedah Vaskular dan Endovaskular oleh Dr. Danny Pratama SpB(K)V

Perkembangan Bedah Vaskular Indonesia

Seorang subspesialis bedah Vaskular dan Endovaskular adalahseorang ahli yang mengkhususkan diri dalam pengobatan semua penyakit pembuluhdarah baik arteri, vena ataupun limfatik kecuali prosedur pada jantung danotak. Di Indonesia spesialis ini mulai ada sejak 1973 yang dirintis oleh Profdr Djang Djusi SpB(K)V dan dr Murnizal SpB(K)V di rumah sakit CiptoMangunkusumo (RSCM). Pada tahun 1996 dibentuk Perhimpunan Bedah Vaskular danEndovaskular Indonesia (PESBEVI) dan diterima sebagai anggota Asian Society ofVascular Surgery (ASVS). Sesuai Benchmark yang berkembang didunia, Bedahvaskular Indonesia dikembangkan sebagai subspesialis dari ilmu bedah umumdimana ahli bedah vaskular dan endovaskular merupakan ahli bedah umum denganpendidikan lanjutan selama 2 tahun khusus dibidang vaskular.

 

Seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapatdikatakan ahli yang paling paripurna dalam tatalaksana penyakit pembuluh darahdikarenakan melakukan layanan sesuai dengan kekhususan ilmu bedah vaskular danbukan sebagai sampingan dari spesialisasi lain yang saat ini juga melayanikasus bedah vaskular akibat masih sedikit sekali jumlah subspesialis bedahvaskular dan endovaskular yang ada di Indonesia.  Pengetahuan yang mendalam mengenai penyakitvaskular, kemampuan melakukan pemeriksaan diagnostik baik non-invasif maupunyang invasif dan dalam bidang pengobatan, seorang subspesialis bedah vaskulardan endovaskular dapat melakukan tindakan konservatif dengan terapimedikamentosa, melakukan tindakan pembedahan terbuka dan dapat juga melakukantindakan yang non-invasif berupa kateterisasi perkutan. Dengan menguasai semuamodalitas tatalaksana tersebut, seorang subspesialis bedah vaskular danendovaskular dapat memberikan layanan terbaik, pertimbangan terapi yang sesuaikondisi beratnya penyakit pasien serta mampu mengatasi komplikasi yang terjadipada tatalaksana penyakit-penyakit vaskular. 

Layanan Bedah Vaskular dan Endovaskular.

Penyakit Luka Kaki Diabetes

Penyakit luka kaki diabetik merupakan penyebab utama kejadianamputasi tungkai pada kasus non trauma. Diperkirakan 15% penderita diabetesmengalami luka pada kaki.  50-70% lukakaki diabetes diakibatkan adanya kerusakan pembuluh darah kaki. 84% penderitayang mengalami amputasi tungkai memiliki riwayat adanya luka pada kaki. 15%luka kaki diabetik berakhir dengan amputasi dimana setengahnya adalah amputasimayor (diatas pergelangan kaki). 50% penderita yang mengalami amputasi akanmengalami amputasi yang kedua dalam waktu kurang dari 5 tahun. 50% penderita yangmengalami amputasi meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun.Seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat mendiagnosis adaatau tidaknya penyakit vaskular pada kaki diabetes, mampu melakukan pembersihanluka dan perawatan luka dengan metode modern dan melakukan revaskularisasiapabila ditemukan adanya sumbatan atau penyakit pembuluh darah pada kaki baikdengan operasi by-pass ataupun dengan tindakan intervensi kateterisasi perkutandengan pemasangan ballon dan stent sehingga aliran darah ke lokasi luka menjadibaik kembali dan luka dapat sembuh. Pada kondisi luka dengan infeksi berat yangmengancam nyawa ataupun pada kondisi jaringan kaki sudah tidak vital maka dapatdilakukan amputasi tungkai. 

Akses Vaskular

Layanan akses vaskular terutama adalah akses vaskular untukcuci darah pada pasien gagal ginjal. Di negara berkembang akses vaskular danpermasalahannya masih merupakan penyebab rawat dan komorbid yang tinggi bagipenderita gagal ginjal. Penderita gagal ginjal memerlukan terapi penggantiginjal yang dapat berupa hemodialisis (cuci darah) atau peritoneal dialisis.Pada penderita yang menjalani cuci darah maka diperlukan akses yangmenghubungkan pembuluh darah dengan mesin, dapat dipasang suatu selang yangdinamakan catheter double lumen (CDL). CDL ada yang jangka pendek (non-tunnel)dan yang jangka panjang (tunneling), kateter tersebut dimasukkan pada pembuluhdarah vena leher dimana ujung kateter diposisikan pada cavoatrial junction(CAJ) sehingga dapat mendukung hemodialisis yang adekuat. Untuk akses cucidarah permanen dibuat yang dinamakan Arteriovenous shunt (AV Shunt ) atau yangawam dikenal operasi Cimino, dimana pembuluh darah arteri dan vena pada lengandisambungkan. Fistulasi dari arteri vena akan menyebabkan vena lengan menjadibesar dan kuat untuk ditusuk untuk akses cuci darah. Angka kegagalan AVShunt  cukup tinggi (18-33%) apabilatidak dikerjakan secara benar, baik perencanaannya maupun tehnis operasinya.Subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat melakukan perencanaan berupadiagnostik doppler ultrasound mapping, tehnik pembedahan yang baik dengan tidakmencederai lapisan dalam pembuluh darah serta mampu mengevaluasi potensimasalah-masalah yang berakibat terjadinya komplikasi serta mampu menangani komplikasidari akses apabila hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Komplikasi dariakses dapat diterapi dengan pembedahan terbuka dengan cara revisi/rekonstruksiAV Shunt atau dengan tindakan minimal invasif intervensi kateterisasi danpemasangan ballon dan stent serta tindakan intervensi untuk meningkatkan ataumenurunkan  bloodflow pada AV Shunttersebut. Tindakan akses lain yang dapat dilakukan adalah pemasangan akseskateter tenkoff untuk jalan peritoneal dialisis, pemasangan akses vena sentraluntuk terapi cairan dan pemberian nutrisi, pemasangan chemoport yaitu suatualat yang secara total ditanam didalam tubuh untuk mempermudah akses pemberiankemotherapi.

Penyakit Varises Tungkai dan Insufisiensi vena kronik

Varises tungkai adalah perbesaran vena-vena kaki dengankarakteristik berkelok-kelok, adanya kelemahan dinding  vena dan terjadinya akibat adanya kerusakankatup vena. Dengan rusaknya katup pada vena tungkai menyebabkan aliran darahdari tungkai yang seharusnya mengalir kembali ke jantung terganggu dan kembaliturun ke tungkai, kondisi yang dinamakan refluks. Darah yang tidak dapatkembali ke jantung tersebut menumpuk kembali balik ke vena perifer menyebabkanpelebaran vena dan apabila dibiarkan akan menjadi masalah yang mengganggu.Gejala yang terasa awalnya perasaan berat pada kaki, perasaan kaki terasapanas, kebas dan tidak nyaman. Kondisi akan berlanjut menyebabkan bengkak padakaki, terjadi perubahan warna kaki yang menghitam disertai kondisi yangdinamakan lipodermatosklerosis. Berakhir dengan terbentuknya luka vena yangsukar disembuhkan. Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah pembekuan darahpada vena tungkai dan pelebaran vena dapat pecah terjadi perdarahan masif.Seorang subspesialis bedah vaskular dapat melakukan diagnosis secara ultrasounddoppler guna mencari tahu lokasi refluks pada pembuluh darah vena yang terkenadan memberikan terapi sesuai dengan penyebab. Tindakan dapat berupasclerotheraphy, operasi terbuka, ataupun operasi dengan tehnik terbaru denganablasi menggunakan radiofrequensi atau laser endovenous.

Trauma Pembuluh darah

Dengan tingginya mobilisasi dan luasnya ruang hidup padamasyarakat dewasa ini, jumlah kejadian trauma meningkat pesat, trauma dapatberupa kecelakaan lalu lintas, kecelakaan domestik, kecelakaan akibat kerja,kecelakaan olah raga, kekerasan rumah tangga, kriminalitas dimana kecelakaanini sering mengenai pembuluh darah. Trauma vaskular adalah cedera pada pembuluhdarah, dapat terjadi pada pembuluh darah arteri yang mana membawa darah keekstremitas atau organ penting lain, dapat terjadi pada vena yang mana membawadarah kembali ke jantung. Trauma pada pembuluh darah dapat menyebabkanpembekuan darah (thrombosis) sehingga menggangu aliran darah ke organ-organpenting sehingga dapat berakhir katastrofik dengan kondisi iskemia dan nekrosisjaringan. Trauma pembuluh darah dapat menyebabkan perdarahan masif yangmengancam nyawa. Subspesialis bedah vaskular dan endovaskular mampu melakukanrekonstruksi pembuluh darah dan penghentian perdarahan baik dengan pembedahanmaupun dengan tindakan embolisasi. Serta apabila telah terjadi fistula abnormalakibat trauma maka dapat dilakukan penutupan fistula dengan cara operasi dantanpa operasi.

Penyakit Pelebaran Pembuluh Darah Aorta

Aneurisma aorta adalah perbesaran aorta lebih dari 1.5xukuran normal. Biasanya tidak ada gejala hingga terjadi ruptur (pecah).Kejadian ruptur biasanya katastrofik dengan angka kematian sangat tinggi. Bilabelum pecah maka pembuluh darah aorta diperut cenderung bertambah membesarsehingga pada penderita yang kurus akan teraba benjolan yang berdenyut, nyeripada dada, punggung belakang hingga ke daerah selangkangan. Umumnya perbesaranlokasi aneurisma adalah pada aorta perut tetapi dapat juga terjadi pada aortarongga dada yang dikenal dengan aneurisma aorta thorakal. Resiko pecah padapelebaran pembuluh darah aorta dengan diameter kurang dari5.5cm adalah sebesar1% dan bertambah 1% setiap tahunnya. Aneurisma dengan diameter 5-7cm resikopecah adalah sebesar 10% dan aneurisma dengan diameter diatas 7cm adalahsebesar 33%. Bila aorta pecah maka dapat terjadi kematian mendadak, nyeri peruthebat disertai penurunan kesadaran. Angka kematian pada kasus pembuluh darahaorta yang pecah adalah 90%. 65-75% penderita meninggal bahkan sebelum tibadirumah sakit dan dari sisa penderita yang masih hidup sampai ke rumah sakit90% meninggal sebelum bisa masuk kamar operasi. Penyebab aneurisma tersebutbelum diketahui secara pasti akan tetapi berhubungan dengan faktor resikoberupa kebiasaan merokok dimana 90% penderita pelebaran pebuluh darah aortaadalah perokok, penyakit hipertensi, atherosklerosis, infeksi, penyakitautoimun dan sekitar 20% adalah masalah genetik atau keturunan. Oleh karenaparahnya kondisi aneurisma aorta yang pecah tersebut maka deteksi dini danpengobatan dini menjadi hal yang sangat penting. Pengobatan dapat berupa terapikonservatif dengan obat-obatan, terapi pembedahan terbuka yang dikenal denganopen AAA repair dan  tindakan minimalinvasif yang dikenaldengan endovascular aortic aneurysm repair (EVAR) danThoracic endovascular aortic repair (TEVAR). Tindakan pembedahan terbuka danminimal invasif EVAR/TEVAR telah dapat dilakukan oleh subspesialis bedahvaskular dengan hasil akhir yang baik.

Penyakit Penyumbatan Arteri Perifer (Peripheral ArterialDisease)

Penyakit penyumbatan arteri perifer atau yang dikenal denganPAD adalah penyakit dimana terbentuknya plaq pada pembuluh darah arteri yangmembawa darah keluar dari jantung menuju kepala, tungkai dan organ-organpenting tubuh lain. Plaq tersebut terbantuk dari jaringan lemak, cholesterol, calsium,jaringan fibrous dan substansi darah. Penyumbatan yang terjadi bersifat kronisatau memberat perlahan-lahan. Dengan berjalannya waktu plaq tersebut dapatmengeras dan mempersempit pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan aliran darahke tempat penting diseluruh tubuh menjadi kurang dan sampai menghilang. PADdapat terjadi pada pembuluh darah arteri kepala, ginjal, usus, tulang belakang,lengan akan tetapi paling sering mengenai pembuluh darah arteri pada kaki.Penyumbatan aliran darah pada tungkai menyebabkan rasa nyeri dan kebas. Resikoinfeksi juga meningkat dengan berkurangnya aliran darah ketungkai. Bilapenyumbatan makin parah maka aliran darah tidak lagi mencukupi kebutuhanjaringan dan menyebabkan jaringan mengalami iskemia, nekrosis dan gangreen dansering berakhir dengan amputasi kaki. Tatalaksana dapat berupa terapimedikamentosa, operasi bypass graft, atherectomy, dan minimal invasif denganangiografi dan pemasangan stent.

Penyakit Thrombosis Vena Dalam (DVT)

Vena adalah pembuluh darah balik, berbeda dengan arteri,pembuluh darah vena membawa darah dari jaringan kembali ke jantung. Sistem venatubuh manusia terbagi dalam 3 sistem yaitu sistem vena perifer (permukaan),sistem vena dalam dimana sesuai dengan namanya lokasi anatominya berada padakompatmen yang lebih dalam dan biasanya berjalan disamping pembuluh daraharteri. Penyakit thrombosis vena dalam adalah terbentuknya bekuan darah padavena dalam. Bekuan darah terbentuk oleh karena aliran darah yang lambat, adanyakerusakan dinding pembuluh darah atau substansi darah yang kental dan gampangbeku yang dikenal dengan istilah hypercoagulable. Keluhan dapat terlihat dengankaki yang membengkak dan nyeri, kaki terasa panas dengan kulit kaki kemerahan.Kondisi ini dapat juga berakibat fatal dengan kematian mendadak diakibatkanbekuan darah yang ada di dalam sistem vena dalam terlepas dan menutup alirandarah ke paru, atau kondisi yang dikenal pulmonal emboli. DVT dapat ditanganidengan pemberian obat-obatan pengencer darah, thrombolitik, dan stockingkompresi. Pada kasus dimana resiko pulmonal emboli tinggi atau pasienadakontraindikasi pemakaian pengencer darah atau pada pasien yang memerlukanoperasi pengeluaran bekuan darah (thrombectomy) maka pada vena sebelum sampaikejantung dipasang alat yang dinamakan vena cava filter dengan maksud alat ininantinya akan menangkap atau memecah bekuan darah sebelum masuk ke jantung.Penyakit thrombosis vena dalam apabila terapinya tidak baik maka vena akanrusak dan penderita akan mengalami bengkak menahun yang disebut sindroma postthrombotik, atau berlanjut menjadi kondisi luka parah yang disebut phlegmasiacerulia dolens dan berlanjut juga menjadi gangrenous vena.

Penyumbatan akut pembuluh darah arteri.

Kondisi penyumbatan akut apat terjadi pada arteri mana sajadi tubuh. Penyumbatan terjadi terutama akibat adanya embolus yang terlepas darijantung dan dapat berakhir dan menyumbat di arteri mana saja, mengakibatkanjaringan daerah ujung dari pembuluh arteri menjadi kekurangan darah, kondisiyang disebut iskemia. Lokasi tersering adalah pada tungkai  dan usus yang disebut acute limb iskemia danthrombosis arteri mesenterika. Tindakan operasi harus dikerjakan dalam waktu6-8 jam dari awal penyumbatan dengan harapan bekuan dievakuasi dan aliran darahkembali baik. Lewat dari 6-8 jam maka kemungkinan besar jaringan akan rusakpermanen dan berakhir dengan amputasi kaki atau reseksi usus. Tindakan yangdapat dilakukan oleh subspesialis bedah vaskular adalah tindakan emergensithrombektomi dan catheter directed thrombolysis.

Penyakit Stenosis Carotis (Pencegahan Stoke)

Arteri carotis komunis adalah cabang arteri yang membawadarah ke kepala, arteri carotis terbagi dua yaitu artericarotis eksterna yangmembawa darah ke kepala termasuk wajah bibir rongga mulut dan arteri carotisinterna yang membawa darah ke otak. Penyumbatan arteri carotis sering terjadipada lokasi percabangan sebelum arteri tersebut terbagi dua. Penyumbatanbiasanya terjadi akibat proses atherosklerosis. Permasalahan timbul akibatberkurangnya aliran darah menuju otak menyebabkan kondisi iskemia pada otak,atau plaq yang terjadi akibat atheroskelrotik terlepas dan menyumbat alirandarah regional di otak dan berakhir dengan serangan stoke. Resiko strokedinilai dari beratnya sumbatan dari arteri carotis yang dapat diperiksa melaluipemeriksaan Transcranial Doppler (TCD) atau CT angiorafi. Subspesialis Bedahvaskular dan endovaskular bersama dengan ahli syaraf (neurolog) dapat membantumemberikan layanan tindakan operasi terbuka yang dikenal dengan carotidendarterectomy (CAD) atau tindakan intervensi yang dikenal dengan carotidartery stenting (CAS).

Penyakit Hipertensi Portal

Penyakit pembengkakan hati yang disebut sirosis hepatis yangterjadi akibat komplikasi penyakit hepatitis b dan c atau juga akibat alkoholismemenyebabkan saluran vena portal tidak dapat melewati hati untuk kembali kejantung menyebabkan kondisi yang disebut hipertensi portal dimana tingginyatekanan vena akibat penyumbatan menyebabkan terjadinya varises hingga sampai didaerahesophagus dan varises-varises ini cenderung pecah dengan perdarahan berat dansering berakhir dengan kematian. Kondisi ini juga dapat terjadi pada kasus yangbukan karena sirosis hepatis akan tetapi dapat juga terjadi pada penyakit tumordaerah hati seperti cholangiosarcoma, Bud chiari syndrome, fatty liver , atauthrombosis primer pada vena porta. Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukanoperasi shunting yang dikenal dengan Warrent shunt (distal splenorenal shunt)ataupun tindakan yang minimal invasif yang dikenal dengan TransjugularIntrahepatic Portocaval Shunt (TIPS).

Penyakit Vascular Auto-immune (Vasculitis)

Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah, dimanaproses radang tersebut merusak permukaan dalam pembuluh darah yang terkena. Vaskulitisterjadi akibat gangguan yang dikenal dengan autoimun dimana sistem pertahananalamiah tubuh yang bertugas mempertahankan tubuh dari serangan benda asing atauserangan mikroorganisma berubah menjadi menyerang jaringan sehat tubuh denganalasan yang tidak jelas. Banyak bentuk vaskulitis yang sudah dikenal antaralain: thromboangitis obliterans, polyarteritis nodosa, giant cell arteritis,Takayasu arteritis, Kawasaki disease dan banyak lagi lainnya. Terapi masihmerupakan tantangan, pemberian medikamentosa, modifikasi gaya hidup, pembedahanbypass, symphatectomi dan tindakan intervensi.

Layanan Embolisasi Tumor

Hampir semua jenis tumor tumbuh akibat adanya pembuluh darahyang memberi pasokan darah kedalam tumor tersebut. Tindakan embolisasi adalahtindakan intervensi dengan cara minimal invasif dengan menutup pembuluh darahselektif yang signifikan memberikan pasokan darah kepada tumor, dengan demikianperkembangan tumor bisa dihambat. Pada kasus tumor yang akan dilakukan tindakanoperasi eksisi atau eksisi luas maka tindakan embolisasi dapat membantu membuatperdarahan yang terjadi menjadi lebih sedikit dan perdarahan lebih mudahdikontrol, akibatnya proses operasi menjadi lebih mudah, lapangan operasi lebihjelas akibat perdarahan yang sedikit pada akhirnya proses operasi eksisi dapatmencapai tujuan eksisi yaitu bebas tumor. Subspesialis bedah vaskular dan endovaskularbekerjasama dengan ahli bedah yang lain yang melakukan operasi eksisi tumorseperti ahli bedah digestif (pencernaan), bedah Onkologi (Tumor), bedah Urologidll.

Tumor Pembuluh Darah dan Penyakit Malformasi Vaskular

Tumor pembuluh darah adalah tumor yang berasal daripertumbuhan abnormal dari pembuluh darah, dapat jinak ataupun ganas, dan dapatterjadi dimana saja di tubuh. Tumor jinak yang paling sering ditangani dikenaldengan hemangioma. Kondisi tumor juga harus bisa dibedakan dengan malformasi vaskularkarena tatalaksananya jauh berbeda. Malformasi vaskular merupakan suatukelainan kongenital pada perkembangan fase embrionik tahap angiogenesis antaraminggu ke-4 sampai minggu ke-10. Terjadi abnormalitas susunan pembuluh daraharteri-vena yang keduanya dihubungkan oleh satu atau lebih pirai (shunt).Berdasarkan hemodinamik malformasi vaskular ini dibedakan dengan High flowmalformations  dan Slow flowmalformations. Yang termasuk high flow adalah Arteriovenous fistula (AV fistel)Arteriovenous malformations (AVM). Dan yang low flow adalah Capillarymalformation, Venous malformation, Lymph malformation. AVM ditandai denganadanya arteri yang memberi darah, massa nidus dan draining vein. Gejala dapatberupa hyperhidrosis, hypertrichosis, hyperthermia, thrill or bruit, gangguanfungsi ekstremitas dan sendi, iskemi sampai dengan gangren, bila terletak diorgan visera dapat menimbulkan gejala hematuria, hematemesis, hemoptysis, atau melena dan gejala yang fataldapat berupa congestive heart failure yang timbul bila shuntingnya terbentukdari arteri yang cukup besar. Terapi untuk kasus tumor vaskular danmalformasivaskular sampai saat ini masih merupakan suatu masalah kompleks dan harusmelibatkan multidisipliner. Algoritma dalam terapi AVM sangatlah individual danberdasarkan pada karakteristik dari MAV tersebut . Terapi kombinasi yang saatini dipakai untuk malformasi adalah embolisasi preoperatif yang dilanjutkandengan terapi eksisi. 

Kesimpulan

Dengan uraian diatas dapat kita ketahui bahwa ilmu bedahvaskular merupakan suatu ilmu tersendiri yang sangat luas dan kompleks. Setiaplini layanan dapat berkembang sendiri dan menjadi super subspesialis. Layananbedah vaskular tidak akan efektif bila dilaksanakan sebagai layanan sampingandisaat layanan utama spesialis tidak berhasil dapat dikembangkan, atauberbarengan dengan layanan spesialis tertentu yang juga sudah cukup menyitawaktu. Untuk pengembangan dan hasil terbaik penting untuk terfokus danbersinergi. Kedepan layanan bedah vaskular akan dapat lebih luas lagi denganperkembangan tekhnologi dan perkembangan pengetahuan serta instrumen alatterapi.

Copyright © 2018 RSUD Sekarwangi. All Right Reserved. Developed by SIMRS Sekarwangi